Hanya saja, untuk menghasilkan gambar yang bagus, setidaknya kita perlu mengetahui tips dasar fotografi. Karena namanya tips dasar, pasti berlaku umum di semua jenis fotografi.
Mulai dari tips yg paling dasar aja:
#1 Rule of Thirds atau Aturan Sepertiga Bagian
Saya tahu, ini terlalu sederhana dan pasti sudah banyak yg tahu. Hanya saja masih sering saya jumpai sebuah foto, yang memiliki materi yang bagus, namun flat karena lupa (barangkali) dengan aturan komposisi dasar ini.
Aturan ini sederhana, membagi bidang foto/gambar menjadi sembilan kotak sama besar dan menempatkan titik fokus objek atau foreground, pada empat titik perpotongan atau sejajar garis, baik horisontal maupun vertikal. Baca pelan-pelan. Saya ulangi pelan-pelan ya. Aturan ini sederhana…., membagi bidang foto/gambar…. menjadi sembilan kotak sama besar….. dan menempatkan titik fokus objek atau foreground….., pada empat titik perpotongan……, atau sejajar garis….., baik horisontal maupun vertikal…..
Masih kurang jelas? Kali ini dengan sangat perlahan. Atu….ran…. ini…. sa….ngat…. se…. *digantung pembaca*
Menurut studi dan penelitian, saat orang memandang sebuah foto atau gambar, mata kita langsung tertuju pada titik persimpangan tsb, dan bukan pada tengah bagian. Ini jg berlaku untuk gambar cakrawala. Jangan mengambil gambar dengan garis cakrawala tepat memotong foto menjadi dua bagian. Itu menyebabkan foto ‘mati’ atau flat.
Di android, ada beberapa aplikasi yang memberikan garis bantu untuk rule of thirds ini. Salah-satunya Camera 360.
Jadi pastikan POImu berada pada salah-satu titik perpotongan tsb atau sepanjang garis bantu.
#2 Membingkai foto
Tips komposisi ke dua adalah bingkai. Saya bukan berbicara soal figura, tapi batas foto. Foto yg menarik adalah foto yg memiliki batas atau dibingkai. Bingkai ini memberikan highlight ke POI. Caranya?
Gunakan objek-objek yg ada untuk memberi bingkai foto. Misalnya dahan pohon yg menyembul di pinggir foto, atau kisi-kisi pagar. Gunakan apa saja yg bisa ditemukan untuk menjadikan foto kita lebih menarik, termasuk sudut pengambilan.
#3 Angle of view
Ada enam sudut pemotretan. Apa saja ke enam sudut tsb?
Eye level viewing; Ini sudut yang paling umum dipakai, sudut yang sejajar dengan mata pengamat. Biasanya diambil dengan posisi berdiri. Tidak menghasilkan efek apa-apa selain dari lensa kamera,
bird eye viewing; menempatkan objek berada di bawah kamera. Posisi ini cocok untuk ‘mengecilkan’ makna gambar. Biasanya digunakan untuk mengambil gambar landscape.
Low angle camera; sesuai dengan namanya, sudut ini diambil dengan posisi rendah. Sudut ini sebenarnya agak susah, namun kalau memiliki ‘sense’ yang tinggi sih bisa jadi bagus. Biasanya untuk menunjukan bagaimana seorang anak kecil memandang dunia nya.
Frog eye viewing; sesuai dengan namanya, kita mengambil gambar sambil melompat-lompat, kita mengambil gambar pada level mata katak, sejajar dengan tanah dan tidak diarahkan ke atas. Posisi ini biasanya digunakan untuk mengambil gambar flora fdan fauna.
Waist level viewing; sudut ini diambil sebatas pinggang orang dewasa. Arah kamera disesuaikan dengan arah mata. Biasanya untuk candid camera. Hasilnya spekulatif karena fotografer tidak melihat langsung ke view finder.
dan terakhir, High handheld position; menggunakan kedua tangan untuk mengangkat kamera tinggi-tinggi. Ini juga ada unsur spekulatifnya karena pemotret tidak melihat kameranya. Digunakan untuk menembus keramaian.
Tambahan dari teman-teman @fotodroids: Speculative Narcissistic Position; mengarahkan kamera ke diri sendiri (atau bersama teman-teman, tapi HARUS ada diri sendiri). Angle yg cocok 45 derajat, tampak hanya satu sisi. Biasanya digunakan oleh para abege.
Tips ini bukan membatasi atau melarang kamu, tapi memberikan pemahaman dan pilihan baru dalam mengambil gambar. ‘Cause if you intend to break a rule, you should always learn it first to make sure your breaking of it is all the more effective!
Aturan ini sederhana, membagi bidang foto/gambar menjadi sembilan kotak sama besar dan menempatkan titik fokus objek atau foreground, pada empat titik perpotongan atau sejajar garis, baik horisontal maupun vertikal. Baca pelan-pelan. Saya ulangi pelan-pelan ya. Aturan ini sederhana…., membagi bidang foto/gambar…. menjadi sembilan kotak sama besar….. dan menempatkan titik fokus objek atau foreground….., pada empat titik perpotongan……, atau sejajar garis….., baik horisontal maupun vertikal…..
Masih kurang jelas? Kali ini dengan sangat perlahan. Atu….ran…. ini…. sa….ngat…. se…. *digantung pembaca*
Menurut studi dan penelitian, saat orang memandang sebuah foto atau gambar, mata kita langsung tertuju pada titik persimpangan tsb, dan bukan pada tengah bagian. Ini jg berlaku untuk gambar cakrawala. Jangan mengambil gambar dengan garis cakrawala tepat memotong foto menjadi dua bagian. Itu menyebabkan foto ‘mati’ atau flat.
Di android, ada beberapa aplikasi yang memberikan garis bantu untuk rule of thirds ini. Salah-satunya Camera 360.
Jadi pastikan POImu berada pada salah-satu titik perpotongan tsb atau sepanjang garis bantu.
#2 Membingkai foto
Tips komposisi ke dua adalah bingkai. Saya bukan berbicara soal figura, tapi batas foto. Foto yg menarik adalah foto yg memiliki batas atau dibingkai. Bingkai ini memberikan highlight ke POI. Caranya?
Gunakan objek-objek yg ada untuk memberi bingkai foto. Misalnya dahan pohon yg menyembul di pinggir foto, atau kisi-kisi pagar. Gunakan apa saja yg bisa ditemukan untuk menjadikan foto kita lebih menarik, termasuk sudut pengambilan.
#3 Angle of view
Ada enam sudut pemotretan. Apa saja ke enam sudut tsb?
Eye level viewing; Ini sudut yang paling umum dipakai, sudut yang sejajar dengan mata pengamat. Biasanya diambil dengan posisi berdiri. Tidak menghasilkan efek apa-apa selain dari lensa kamera,
bird eye viewing; menempatkan objek berada di bawah kamera. Posisi ini cocok untuk ‘mengecilkan’ makna gambar. Biasanya digunakan untuk mengambil gambar landscape.
Low angle camera; sesuai dengan namanya, sudut ini diambil dengan posisi rendah. Sudut ini sebenarnya agak susah, namun kalau memiliki ‘sense’ yang tinggi sih bisa jadi bagus. Biasanya untuk menunjukan bagaimana seorang anak kecil memandang dunia nya.
Frog eye viewing; sesuai dengan namanya, kita mengambil gambar sambil melompat-lompat, kita mengambil gambar pada level mata katak, sejajar dengan tanah dan tidak diarahkan ke atas. Posisi ini biasanya digunakan untuk mengambil gambar flora fdan fauna.
Waist level viewing; sudut ini diambil sebatas pinggang orang dewasa. Arah kamera disesuaikan dengan arah mata. Biasanya untuk candid camera. Hasilnya spekulatif karena fotografer tidak melihat langsung ke view finder.
dan terakhir, High handheld position; menggunakan kedua tangan untuk mengangkat kamera tinggi-tinggi. Ini juga ada unsur spekulatifnya karena pemotret tidak melihat kameranya. Digunakan untuk menembus keramaian.
Tips ini bukan membatasi atau melarang kamu, tapi memberikan pemahaman dan pilihan baru dalam mengambil gambar. ‘Cause if you intend to break a rule, you should always learn it first to make sure your breaking of it is all the more effective!
sumber

tips nya lengkap bro, semakin menambah wawasan fotografy lewat ponsel
ReplyDeleteterima kasih gan. semoga membantu
ReplyDelete